Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Negeri di Atas Awan

Gambar
  Detail cerita  Judul : Negeri di Atas Awan  Sub Judul : Sekuel of Seventh Sense Genre : Action, Adventure, Fantasy, Magic Penulis : Ferdi Andreas  Blurb  Cerita ini merupakan kelanjutan dari kisah Gray Adiaksa di seri novel Seventh Sense The Series : I'm Here yang saya tulis tahun lalu. Pada seri Negeri di Atas Awan kisah semakin memuncak dengan sang karakter utama bertransmigrasi ke dimensi berbeda. Gray terbangun di tubuh seorang pangeran di dimensi itu. Akan ada banyak hal tak terduga terjadi di kisah kali ini. Semua yang belum terungkap pada seri Seventh Sense akan dikupas secara mendalam di seri ini.  Penggambaran latar tempat yang bersetting di suatu negeri fiksi nan indah yang berada di atas awan, saya gambarkan secara deskriptif  agar pembaca dapat merasakan sensasi tersendiri ketika membacanya.  Akan ada banyak unsur Fantasy dan Action yang akan kalian temukan pada kisah ini.  Penasaran sama kisah lengkapnya? Silakan dibaca sendiri...

Ning Nabila [END versi ONLINE]

Gambar
  Ditulis Oleh : Ferdi Andreas ~~~ Gus Bilal Pov Malam ini, usai menunaikan salat magrib, aku, Mas Fahmi dan Kang Hasan duduk di teras ndalem sembari mengobrol ringan, sesekali kami tergelak ketika Kang Hasan menceritakan pengalaman konyolnya saat mengajar santri putra, obrolan terusan mengalir, hingga fokusku teralihkan oleh sosok yang tadi sore membuatku gusar bukan kepalang. Usai menanyakan hubungannya dengan Kiai Abdulah, wajah Nabila berubah pias. Gadis itu juga tampak tak nyaman kala mendengar pertanyaanku. Gadis itu juga sempat membuat beberapa mbak ndalem sibuk mencarinya karena Mbak Azizah tidak dapat menemukan keberadaannya. Aku sempat panik juga ketika mendengar gadis itu tidak dapat ditemukan, karena rasa khawatir menyelimuti hati, diam-diam aku pun ikut mencari sosok itu sembari merapal doa agar tidak terjadi apa-apa padanya. Setengah jam berlangsung aku menyusuri beberapa tempat yang sering dikunjungi gadis itu, kulihat Mbak Azizah keluar dari asrama putri sembari men...

Ning Nabila [CH.11]

Gambar
  Nabila PoV "Sampean benar-benar hebat, La." Nisa menyodorkan minuman kemasan botol, aku meraihnya lalu meneguknya hingga tandas. Alhamdulillah tim kami masuk ke babak selanjutnya, kami di berikan waktu dua puluh menit untuk beristirahat, salat dan untuk makan siang. Kami pergunakan waktu yang tersisa tidak cukup banyak untuk berdiskusi tentang babak selanjutnya. Aula kembali penuh para juri sudah berada di posisinya masing-masing Kang Hasan telah membuka kembali lomba. Dengan mengucap bismillah aku, Sarah dan Riva naik panggung. Berkali-kali berdoa agar tim kami yang keluar sebagai pemenang. Beberapa pertanyaan di ajukan para juri, mulai dari pelajaran nahwu, sorof dan fiqih bahkan mata pelajaran umum. Tim kami dan tim lawan saling beradu kecepatan saat menekan bel menyebabkan hasilnya seri. Hingga kami di berikan pertanyaan akhir yang akan menentukan puncak hasil. Para juri berunding mempersiapkan pertanyaan yang akan menentukan tim mana yang akan lolos, beberapa saat kemu...

Ning Nabila [CH.10]

Gambar
  Ditulis oleh : Ferdi Andreas ~~~  Gus Bilal Pov Siang itu aku baru saja selesai memberikan pelajaran mengenai akidah dan akhlak di Madrasah Aliyah Nurul Jannah sebagai guru undangan. Karena tidak ada jadwal mengajar di pondok aku pun menerima undangan itu dengan senang hati. Setelah berpamitan dengan kepala sekolah selaku orang yang mengundangku untuk mengajar di sini. Aku pun langsung bergegas pulang menggunakan Sedan hitam milik abah yang kupinjam. Cukup jauh jarak yang kutempuh untuk pulang ke pondok. Salah satu rute yang harus di dilewati adalah pasar tradisional yang cukup padat di bagian luarnya. Saat melewati pasar itu, dengan hati-hati aku mengendari sedan hitam ini agar tidak menyerempet atau menabrak seseorang. Hingga mata ini tak sengaja menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi tengah duduk di halte. Tanpa sadar kedua sudut bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman. Kuhentikan sedan hitam ini dan sedikit menurunkan kaca jendela lalu keluar dari mobil. Dapat ku...

Ning Nabila [CH.09]

Gambar
  Ditulis Oleh: Rianty ~~~~ Nabila PoV Para santri memenuhi gedung Aula, hari ini ada kajian rutin setiap tahun yang di pimpin langsung oleh Abah Yai untuk memperingati berdirinya pesantren Darrul Qur'an pada tanggal  23 april nanti, sampai beberapa hari ke depan pondok akan mengadakan berbagai lomba yang di ikuti seluruh santri, untuk tingkat Tsanawiyah mungkin akan ada cerdas cermat. Hampir sejam kami mendengarkan ceramah Kiai, tak sedikit pun di antara kami merasa bosan karena beliau menyisikan guyonan di sela ceramahnya, tak jarang saat beliau di undang untuk mengisi kajian selalu di padati jama'ah dari berbagai daerah di jawa timur. Selain santai dan ringan kita bisa mendapat ilmu juga hiburan secara bersamaan. Kajian berakhir dengan doa majelis yang di pimpin oleh Kang Hasan, para santri bersilewaran keluar Aula kami hampir berdesak desakan, para santri putra lebih dulu keluar lalu di ikuti santri putri untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan. Matahari mulai menin...

Ning Nabila [CH.08]

Gambar
  Ditulis Oleh : Ferdi Andreas ~~~ Gus Bilal Pov Aku tergelak mendengar apa yang baru saja Mas Fahmi—Kakakku—ceritakan, ia baru saja menceritakan pengalamannya selama umroh di tanah suci. Pasalnya kakakku ini bertemu dengan orang luar negeri yang meminta berfoto bersamanya, katanya dia mirip artis di negaranya. Padahal menurutku dia sama sekali tidak mirip artis manapun.  Begitu banyak yang diceritakan Mas Fahmi kepadaku. Ia juga bercerita betapa senangnya dia ketika mengetahui istrinya tengah hamil, mendengar hal itu pun aku takkalah senangnya. Aku menjadi tidak sabar ingin menimang keponakanku kelak.  “Mas denger kamu dijodohkan dengan anaknya Kiai Abdulah, benar begitu, dek?” tanya  Mas Fahmi tiba-tiba, sontak aku terdiam sesaat, aku menoleh sembari mengangguk singkat merespons ucapan Mas Fahmi.   “Kamu suka nggak sama dia?” Hanya gelengan samar yang kuberikan. Terlalu malas untuk membahas hal ini, jujur saja. Aku sama sekali tidak ingin menerima perjodo...

Ning Nabila [CH.07]

Gambar
  Ditulis Oleh : Rianty ~~~~ Nabila Pov Aku membolak balik bungkusan tissu berwarna biru pemberian Gus Bilal, kutekuk lutut menyilang duduk di pagar pembatas atap asrama tempat jemuran pakaian mbak-mbak ndalem, gemercik suara air yang Sarah nyalakan saat mengambil wudhu menjadi irama. Angin sejuk menerpa permukaan wajah, dingin karena sejak pagi tadi kota Malang di guyur hujan deras. Matahari mulai menyingsing ke perpaduan, aku masih betah duduk sendirian di sini. Dari tempatku duduk dapat kulihat kamar Ning Syafa yang kain gordennya sedang tersingkap, kain gorden berwarna gold jendela kaca yang besar membuatku bisa melihat aktifitas gadis itu sekarang. Kembali kubuka lembar demi lembar kitab yang menerangkan tentang harta warisan serta keturunan yang berhak mendapatkan setiap harta warisan itu. Mempelajari ini membuatku teringat akan sosok pria yang beberapa hari lalu sambang di ndalem, apakah beliau pernah memikirkan kami? Atau pernahkah mencari tau keberadaan kami?  Andai s...

Ning Nabila [CH.06]

Gambar
  Ditulis Oleh : Ferdi Andreas ~~~~ Gus Bilal Pov Usai menunaikan salat jumat aku beranjak menuju perpustakaan ndalem, aku baru saja teringat akan tempat itu, tempat biasa aku menambah wawasan, tempat pertama kali abah menunjukan padaku, betapa indahnya wawasan mengenai semua hal yang berbau akidah, akhlak, dan sebagainya.  Aku mengambil salah satu buku yang sudah tampak usang di rak tersebut, buku setebal kamus berjudul 'Ahlussunah Wal Jamaah Islam Wasathiyah' karangan A. Fatih Syuhud. Membukanya. Lalu, membacanya perlahan. Seulas senyum kuukir di wajah kala mengingat betapa semangatnya abah dulu membacakan buku ini untukku.  Kurang lebih lima halaman sudah kubaca, sebelum suara gelak tawa di luar sana menghentikan kegiatanku, aku pun menutup buku tersebut, bersamaan dengan itu, indra pendengaranku juga menangkap suara deritan pintu ditutup.  Aku pun menaruh buku setebal kamus itu ke tempat asalnya, lalu menyembulkan kepala dari balik rak untuk melihat, siapa yang b...

Ning Nabila [CH.05]

Gambar
  Ditulis Oleh : Rianty ~~~ Nabila Pov . . Setelah selesai mengerjakan tugas dari Kang Hasan aku meletakan kembali semua buku dan kitab di rak samping tempat tidur, benda melingkar yang menempel pada dinding sudah menunjukan angka 12.39 sudah larut. Aku meregangkan badan sebentar, kulirik Sarah dan Nisa sudah terbang ke alam mimpi. Aku berjalan-jalan sebentar sembari mencari udara segar  setelah tadi otak di putar mencari jawaban dan menghafalnya sebelum jadwal tes selasa depan aku harus menguasai semua materi itu. Aku memilih kursi kayu panjang di bawah pohon, udara di malam hari sangat dingin membuatku memasukan tangan ke dalam saku gamis. Benda bulir-bulir kecil berwarna merah itu masih tersimpan di dalam saku, aku mengambil lalu kembali melantunkan sholawat. Kulirik benda kesayangan pemberian Ummah ini, kata beliau benda ini menyimpan banyak kenangan. Warna merah adalah warna favorit Abah benda ini hadiah dari beliau untuk Ummah dan masih banyak kenangan lagi yang aku yaki...